Oleh: budisulis | 16 Januari, 2008

Visa dan Fiskal

Visa merupakan surat ijin masuk ke suatu negara yang diberikan sesuai dengan aturan negara tersebut. Singapura merupakan anggota Asean yang telah membuat perjanjian dalam pembebasan visa, khususnya bagi warga negara Asean sedniri. Dengan demikian, bagi pemegang paspor Indonesia tidak perlu mengajukan visa jika akan memasuki Singapura atau negara Asean lain.

Setiap warga negara Indonesia yang bepergian ke luar negeri dikenakan pajak Fiskal sesuai aturan pemerintah yang berlaku. Pajak Fiskal diberlakukan bagi seluruh warga negara dan di seluruh wilayah Indonesia, kecuali wilayah tertentu atau untuk kepentingan tertentu, seperti kepentingan negara/pendidikan dan bagi anak-anak yang berusia dibawah 12 tahun. Tarif fiskal melalui pelabuhan udara dikenakan biaya 1 juta rupiah per orang, melalui pelabuhan laut/ferry dikenakan tarif 500 ribu rupiah dan melalui darat dikenakan biaya 200 ribu rupiah per orang.

Berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 391/KMK.04/2000 tentang Tempat Pemberangkatan Ke Luar Negeri yang Dikecualikan dari Kewajiban Pembayaran Pajak Penghasilan Orang Pribadi (Fiskal Luar Negeri), penduduk yang bepergian dari kawasan Kerjasama Segitiga Pertumbuhan Indonesia – Malaysia – Singapura (SP-IMS), yang meliputi pelabuhan laut dan bandar udara di wilayah Riau (termasuk Kepulauan Riau dan Bangka Belitung), Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Lampung, Jambi, Bengkulu dan Kalimantan Barat serta memiliki paspor yang dikeluarkan di wilayah-wilayah tersebut dibebaskan dari kewajiban membayar fiskal jika bepergian ke Singapura dan Malaysia (Johor Bahru). Namun tentunya jika bepergian dari luar wilayah tersebut akan tetap dikenakan fiskal. Demikian pula pemegang paspor di luar wilayah perjanjian tersebut yang melakukan perjalanan lewat pelabuhan di wilayah SP-IMS akan tetap dikenakan fiskal.

Untuk anak-anak berumur hingga 12 tahun, dari manapun malakukan perjalanan ke luar negeri, selama didampingi orang tuanya tidak dikenakan biaya fiskal. Pengajuan bebas fiskal bagi anak-anak dibawah 12 tahun ini, disyaratkan untuk melengkapi dokumen berupa photo copy paspor orang tua/anak dan surat pengajuan yang dapat diperoleh di loket pembayaran fiskal.

Biaya fiskal yang kita bayarkan dapat diperoleh kembali (debet) jika kita mengisi dan mengajukan Surat Pajak Terhutang Tahunan (SPT) ke kantor pajak setempat. Namun biasanya hal ini akan memakan proses dan waktu yang cukup lama.


Responses

  1. #Sugiman: Syaratnya cuma bukti2 pembayar fiskal yang di attach kan di SPPT kita, terus nanti diproses oleh kantor pajak dimana kita biasa menyetor SPPT. Pengalaman saya dulu pernah coba sekali mengajukan penggantian pajak fiskal, ternyata sampai skrg (2 thn) gak ada kabarnya, entah nyangkut dimana?!

  2. Pak Budi, apa syarat yg dibutuhkan utk debet pajak atas pembayaran fiskal kita? dan bagaimana prosedur utk hal tersebut?
    terima kasih sebelumnya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: