Oleh: budisulis | 1 Januari, 2008

About Singapore

Singapura berasal dari kata sansekerta yang berarti Kota Singa. Dahulu kota ini dikenal dengan nama Tumasik, merupakan wilayah bagian dari negara Sriwijaya di Palembang. Pada tahun 1819, Sir Thomas Stamford Raffles mendarat di pulau utama. Melihat potensi daerah yang dikunjunginya tersebut, Raffles melakukan kerjasama dengan Sultan Hussein Shah sebagai wakil The British East India Company untuk membangun Singapura sebagai area perdagangan dan pemukiman. Pada akhirnya Raffles dikenal sebagai pendiri dan peletak dasar-dasar negara Singapura. Pada Perang Dunia II Pulau Singapura diduduki Jepang dan dijadikan pusat strategi invasi Jepang ke wialyah Pasifik. Sampai saat ini, peninggalan masa kolonial tersebut masih dapat kita saksikan di Pulau Sentosa.
Pada tahun 1959 Singapura berdiri sebagai negara dibawah pemerintahan Kerajaan Inggris. Singapura kemudian menjadi negara republik pada tahun 1963, setelah mendapat kemerdekaan dari Inggris. Pada tahun itu pula Singapura bergabung dengan Malaya, Sabah dan Serawak membentuk Negara Federasi Malaysia. Namun pada tahun 1965, Singapura menarik diri dari Federasi dan membentuk negara terpisah yang mandiri dipimpin oleh Perdana Menteri pertama Lee Kuan Yew, yang kemudian dikenal sebagai tokoh pembangunan negara Singapura moderen.

GEOGRAFIS
Secara geografis, Singapura terletak di Semenanjung Melayu berbatasan dengan Malaysia dan Indonesia. Dengan luas wilayah 704 km², Singapura menjadi negara kota terkecil di wilayah Asia Tenggara.
Singapura terdiri dari 63 pulau, termasuk pulau utama Singapura. Ada dua jalur perbatasan yang dihubungkan oleh jembatan darat dengan Malaysia, yaitu Johor-Singapore Causeway di utara dan Tuas Second Link di Barat. Di selatan Singapura berbatasan dengan lautan Indonesia. Pulau Jurong, Pulau Tekong, Pulau Ubin dan Sentosa merupakan pulau-pulau terbesar diantara pulau lainnya. Dataran alam tertinggi di Singapura adalah Bukit Timah dengan ketinggian hanya 166 m.
Patokan waktu Singapura adalah GMT +8, atau lebih cepat 1 jam dibanding WIB. Sebenarnya penentuan waktu ini agak “aneh”, mengingat matahari terbit di timur, artinya Singapura yang berada di Barat seharusnya lebih lambat waktunya di banding WIB. Tapi mungkin hal ini disengaja agar penduduk SIngapura terbiasa bangun dan bekerja lebih pagi dibanding penduduk negara jirannya.
Penduduk Singapura berjumlah 4,7 juta jiwa dengan tingkat pertumbuhan pertahun sekitar 4%. Penduduk Singapura terdiri dari berbagai etnis, yang terbesar adalah etnis Cina 75%, Melayu 14% dan India 9%. Bahasa resmi yang digunakan adalah bahasa Inggris dan bahasa ibu yang biasa digunakan dalam percakapan sehari-hari, seperti bahasa Mandarin, Melayu dan Hindi. Akibat keragaman bahasa yang digunakan, bahasa Inggris di Singapura mengalami perubahan yang berpengaruh pada logat, pengucapan maupun pada struktur bahasanya, sehingga berbeda dengan bahasa Inggris yang biasa digunakan. Mungkin bagi sebagian orang asing agak sulit dimengerti, tapi rasanya bagi orang Indonesia malah jadi mudah, karena struktur bahasa ini mirip struktur bahasa Melayu. Keunikan hal ini menyebabkan bahasa Inggris Singapura dikenal dengan nama Singlish, atau Singapore English.
Berdasarkan statistik, penduduk Singapura 50% beragama Budha atau Tao, 15% beragama Kristen dan 14% beragama Islam, sisanya Hindu dan agama lain. Walau penduduknya beragam, hampir tidak pernah ditemukan kerusuhan atau pertikaian antara umat beragama, kehidupan di Singapura sangat aman dan tenang.

Cuaca
Singapura berikllim tropis, namun tidak seperti di Indonesia umumnya, di Singapura tidak ada perbedaan cuaca yang ekstrim. Karakteristik musim di Singapura dibedakan dari suhu dan tekanan udaranya, kelembaban dan tingkat curah hujan sepanjang tahunnya. Suhu bervariasi rata-rata antara 26oC hingga 32oC. Kelembaban rata-rata sekitar 90% di pagi hari dan 60% di sore hari. Bulan Mei dan Juni merupakan bulan dengan suhu tertinggi, sedang Desember dan Januari merupakan bulan dengan rata-rata suhu terendah.
Hujan turun sepanjang tahun dengan curah yang berbeda-beda. Pada bulan Oktober hingga Januari hujan rata-rata mengalami peningkatan, sementara sebaliknya terjadi pada bulan Februari, hujan cenderung untuk berkurang (lihat grafik). Seringkali antara bulan Agustus dan Oktober, Singapura dipenuhi asap pekat hasil dari pembakaran hutan yang terjadi di Sumatera. Pada saat seperti ini, kita dianjurkan untuk menggunakan masker atau penutup hidung.

Pengunjung Singapura

Setiap tahun Singapura didatangi oleh sekitar 10 juta turis dari seluruh dunia, padahal jumlah penduduknya hanya 4,7 juta jiwa. Indonesia tercatat sebagai negara dengan jumlah turis terbesar, yaitu 2 juta orang pertahun. Pada bulan Juli dan Agustus jumlah turis mengalami peningkatan, dan berulang pada bulan Oktober dan Desember. Sementara Februari tercatat sebagai bulan dengan jumlah turis paling sedikit. Bagi yang tidak suka kepadatan, mungkin bulan ini adalah bulan yang tepat untuk pergi ke Singapura.
Secara umum jumlah pengunjung ke Singapura mengami peningkatan setiap tahunnya, Pemerintah Singapura sangat menaruh perhatian dengan pertumbuhan jumlah pengunjung ke negaranya, karena sektor ini menyumbang devisa yang sangat besar. Oleh karena itu kita akan selalu menemukan hal-hal baru setiap tahunnya, tentunya agar pengunjung asing terus berdatangan ke Singapura.


Responses

  1. iya mbul…dasar negara singapura apa yoo…

  2. Pulau terbesar dari yg paling besar di singapura apa?

  3. jadi dasar-dasar negaranya apa???


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: