Oleh: budisulis | 4 Januari, 2011

Kebijakan Pajak Baru 2011

Pemerintah mengeluarkan kebijakan pajak baru berkenaan dengan bepergian atau kembali dari luar negeri, yaitu:

1. Bebas Biaya Fiskal
Mulai 1 Januari 2011, pemerintah membebaskan biaya fiskal bagi seluruh warga Indonesia yang berpergian ke luar negeri, termasuk bagi Wajib Pajak Orang Pribadi yang tidak memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak. Ketentuan baru ditegaskan oleh Direktorat Jenderal Pajak melalui Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak pada 17 Desember 2010.

Kebijakan ini dimulai tepat pukul 00.00 pada 1 Januari 2011 berdasarkan pada jam yang tertera saat boarding pass.
Sebelumnya, pada periode 1 Januari 2009 hingga 31 Desember 2010, bagi Wajib Pajak Orang Pribadi yang tidak memiliki NPWP dan telah berusia 21 tahun yang bertolak ke luar negeri wajib membayar fiskal. Fiskal itu sebesar Rp2,5 juta bagi penumpang yang menggunakan pesawat udara dan Rp1 juta bagi pengguna angkutan laut.

2. Bea Masuk Oleh-Oleh
Mulai 1 Januari 2011, pemerintah memperbarui aturan soal penerapan bea masuk atas barang-barang bawaan atau oleh-oleh dari luar negeri. Dalam aturan tersebut, bea masuk dikenakan bagi barang impor dengan nilai di atas US$250 per orang atau US$1000 (Rp9 juta) per keluarga. Ketentuan ini termuat dalam Peraturan Menteri Keuangan tentang Impor Barang yang Dibawa oleh Penumpang, Awak Sarana Pengangkut, Pelintas Batas dan Barang Kiriman yang diterbitkan pada 29 Oktober 2010.

Selain pengenaan bea masuk bagi barang impor, ketentuan juga berlaku bagi barang-barang bawaan khusus, seperti minuman beralkohol dan rokok. Untuk produk minuman beralkohol dibatasi hanya 1 liter. Sedangkan, rokok hanya diizinkan sebanyak 200 batang rokok.
Jika membawa rokok lebih dari 200 batang, maka akan disita dan dimusnahkan oleh petugas Bea Cukai. Sedangkan, jika penumpang membeli laptop, misalnya dari Singapura seharga US$1000, maka wajib membayar bea masuk sesuai tarif. Dari harga itu yang tidak dikenai bea masuk sebesar US$250, sedangkan sisanya US$750 dikenai bea masuk.

Tapi orang Indonesia sih, saya yakin pasti punya banyak akal untuk menyikapi aturan ini…

About these ads

Responses

  1. #Bagus: wah gak tahu, coba tanya ke perush ekspedisi

  2. kalo ngirim rokok skitar lima slop dari indonesia k jepang
    totalnya hbis brapa gan

  3. #Maulana: Tipsnya? Masukkan barang yg dibeli di bagasi, atau dipakai/ditenteng kl bisa. Kalau gak …ya jangan beli sekalian, atau bayar pajaknya.

  4. Bagi tips untuk mengatasi ini donk, sir.

  5. #Handi: Begitulah yang saya pernah dengar,maaf saya gak pernah bawa rokok ke sana.


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 157 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: